Bersama Melly Goeslaw Anggota Komisi X DPR RI Salurkan Bantuan Bola Sepak ke Sekolah Bandung Raya

Bandung, 26 Januari 2026 – Lapangan sekolah hari ini bukan hanya tempat berlari mengejar bola, tetapi juga ruang tumbuhnya mimpi, disiplin, dan semangat kebersamaan. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan olahraga sejak usia dini melalui penyerahan bantuan bola sepak kepada sejumlah sekolah di Kota Bandung.

Bantuan ini menjadi simbol sederhana namun bermakna: bahwa setiap anak berhak bermain, bergerak, dan bermimpi setinggi mungkin tanpa harus dibatasi oleh fasilitas.

Adapun rincian penyaluran bantuan bola sepak dari Kemenpora RI adalah sebagai berikut:

  • SMAN 23 Bandung menerima 40 bola sepak
  • SMKN 7 Kota Bandung menerima 40 bola sepak
  • SMPN 42 Kota Bandung (Program Sumur Imbuhan Dalam) menerima 40 bola sepak
  • SDN 263 Rancaloa menerima 30 bola sepak

Total bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani, ekstrakurikuler olahraga, serta pembinaan bakat sepak bola di lingkungan sekolah.

Dalam suasana penyerahan yang penuh kehangatan, bantuan ini bukan sekadar benda bulat yang ditendang di lapangan, tetapi juga bentuk kepercayaan negara kepada generasi muda bahwa dari sekolah-sekolah inilah lahir atlet, pemimpin, dan pribadi tangguh di masa depan.

Melalui program ini, Kemenpora RI menegaskan bahwa olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang karakter: kerja sama, sportivitas, ketekunan, dan rasa percaya diri. Nilai-nilai yang kelak akan mereka bawa, tidak hanya di lapangan hijau, tetapi juga dalam kehidupan.

Dengan dukungan semua pihak—sekolah, guru, orang tua, dan pemerintah—bola-bola ini diharapkan terus bergerak, menggelindingkan semangat sehat, bahagia, dan berprestasi bagi anak-anak Indonesia.

Karena kadang, mimpi besar memang dimulai dari tendangan kecil di lapangan sekolah. ⚽💙


Silaturahim Pelaku UMKM Bandung–Cimahi dalam Gerakan UMKM bersama Melly Goeslaw Corner

Bandung–Cimahi, 25 Januari 2026 – Kegiatan Silaturahim Pelaku UMKM Bandung–Cimahi dalam Gerakan UMKM bersama Melly Goeslaw Corner (Balad Melly) digelar dalam rangka kunjungan daerah pemilihan (Kundapil) pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan ini mempertemukan pelaku UMKM lintas sektor, komunitas lingkungan, serta pemangku kepentingan lokal untuk mendorong transformasi UMKM yang ramah lingkungan, inovatif, dan berkelanjutan.

Sesi 1 mengangkat topik “UMKM Bandung–Cimahi Membangun Usaha Ramah Bumi” yang dikemas dalam format silaturahim dan dialog terbuka. Kegiatan berlangsung secara duduk melingkar tanpa podium, melibatkan pelaku UMKM kuliner, fesyen, kriya, serta pengelola bank sampah. Format ini dirancang agar dialog berjalan setara, partisipatif, dan berorientasi pada solusi nyata.

Melalui sesi ini, para peserta berbagi pengalaman terkait penggunaan kemasan ramah lingkungan, pengelolaan limbah usaha, serta penerapan ekonomi sirkular dalam aktivitas UMKM sehari-hari. Aspirasi pelaku UMKM Bandung–Cimahi juga dihimpun sebagai bahan perumusan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat sekaligus pelestarian lingkungan.

Sesi 2 mengangkat tema UMKM Greenmovement dengan topik “Daur Ulang Jadi Produk Kreatif: Dari Limbah ke Karya Bernilai”. Sesi ini menekankan peran UMKM sebagai garda depan pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui pengurangan sampah sekali pakai dan pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Silaturahim pada sesi ini melibatkan pelaku industri pendukung, antara lain penyedia kemasan ramah lingkungan, UMKM kuliner yang mulai beralih ke kemasan berkelanjutan, UMKM fesyen dan kriya berbasis daur ulang, serta UMKM berbasis komunitas. Salah satu pelaku UMKM Greenmovement yang terlibat adalah @newhun.recycle, Pemanfaatan Limbah Singkong (Air Pati) Menjadi Kantong Plastik Ramah Lingkungan BEDA PLA, Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromatherapy BIOMOL BTC-NYALI, Pemanfaatan Tumbuhan dan Tanaman Menjadi Souvenir Kreatif oleh Pengrajin Disabilitas Cemara Paper.

Dan masih banyak UMKM yang menghadirkan praktik nyata daur ulang menjadi produk kreatif.

Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama bahwa UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi lokal, tetapi juga bagian dari solusi lingkungan melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan ekonomi sirkular di tingkat daerah.


Kunjungan Kerja Spesifik, Melly Goeslaw Anggota Komisi X DPR RI pada 10 Agustus 2025

Melly Goeslaw: “Jangan Biarkan Cibaduyut Mati, Tugu Sepatu Harus Berdiri Lagi!”

Anggota DPR RI Komisi X, Melly Goeslaw, melakukan kunjungan kerja ke RW 3, Cibaduyut, Bandung, untuk menggaungkan kembali semangat kebangkitan industri sepatu legendaris yang menjadi identitas kota Bandung. Dalam kunjungan ini, Melly tidak hanya menyerahkan sumbangan simbolis untuk pembangunan Tugu Sepatu Cibaduyut, tetapi juga menyuarakan tuntutan keras agar monumen ini segera diizinkan berdiri kembali.

“Cibaduyut bukan sekadar nama daerah. Di sini tersimpan sejarah, kebanggaan, dan mata pencaharian ribuan warga yang kini terancam hilang. Sejak tugu sepatu dirubuhkan, pendapatan pengrajin anjlok, banyak yang gulung tikar. Ini bukan sekadar soal estetika, ini soal hidup dan mati industri sepatu lokal,” tegas Melly.

Dulu, keberadaan tugu sepatu menjadi penanda dan magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang ke Cibaduyut. Namun setelah tugu itu dirobohkan, geliat ekonomi menurun drastis. Para pelaku UMKM kehilangan daya tarik pasar, sementara generasi muda mulai melupakan kebanggaan akan produk lokal berkualitas tinggi yang dihasilkan di sini.

Kini, monumen pengganti telah selesai dibangun, namun izin resmi untuk menegakkannya belum diberikan. Melly Goeslaw menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berlama-lama.

“Kita tidak bisa terus membiarkan ikon Cibaduyut terbengkalai. Saya lahir dan besar di Bandung, dan saya akan mengawal sampai tugu ini kembali berdiri. Pejabat yang berwenang harus segera memberikan izin tidak ada alasan untuk menunda!” ujarnya.

Ketua RW 3, tokoh masyarakat, dan pelaku industri sepatu mendukung penuh pernyataan ini, berharap pemerintah kota dan provinsi memberi perhatian serius. Melly juga berjanji akan memperjuangkan program pembinaan, pelatihan, dan promosi untuk membangkitkan industri sepatu Cibaduyut dari keterpurukan.

Dengan kolaborasi masyarakat dan tindakan nyata pemerintah, Tugu Sepatu Cibaduyut bukan hanya akan menjadi simbol, tetapi juga titik balik kebangkitan ekonomi kreatif lokal yang pernah mengharumkan nama Bandung di kancah dunia.


Melly Goeslaw Serap Aspirasi Masyarakat Lewat Reses di Dapil Jawa Barat I

Bandung, 10 Juni 2025 — Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi Gerindra, Melly Goeslaw, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2024–2025 di Daerah Pemilihan Jawa Barat I (Kota Bandung dan Kota Cimahi). Kegiatan ini berlangsung sejak 2 Juni 2025 sampai dengan 10 Juni 2025 dan menyasar sejumlah titik strategis seperti sekolah, komunitas seni, pesantren, dan pusat UMKM.

Dalam agenda resesnya, Melly Goeslaw fokus menyerap aspirasi warga terkait sektor pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Salah satu isu yang banyak disuarakan masyarakat adalah perlunya perbaikan infrastruktur sekolah, pemerataan akses pendidikan, penguatan kurikulum karakter berbasis Pancasila, serta dukungan nyata bagi pelaku industri kreatif lokal.

“Kami mendengar langsung suara masyarakat, dari guru honorer, santri, hingga pelaku UMKM. Banyak masukan soal insentif untuk guru PAUD, minimnya pelatihan wirausaha berbasis digital, sampai keinginan masyarakat agar ruang ekspresi seni diperluas,” ujar Melly dalam sesi diskusi publik di Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Selain berdialog, Melly juga menyalurkan sejumlah bantuan simbolis, seperti perlengkapan edukasi untuk komunitas belajar mandiri dan alat kesenian untuk sanggar tradisional. Ia menegaskan komitmennya untuk menyampaikan aspirasi ini ke tingkat legislatif, agar bisa mendorong kebijakan afirmatif yang lebih berpihak pada masyarakat akar rumput.

“Reses bukan hanya agenda formal, tapi momentum untuk mendengar langsung denyut kebutuhan rakyat. Semua ini akan kami bawa ke rapat-rapat di Senayan,” tegasnya. Kegiatan reses ini juga melibatkan partisipasi tokoh masyarakat, pemuda, hingga mahasiswa, sebagai bentuk keterbukaan dan transparansi dalam tugas representasi anggota dewan.


Semangat Memasak untuk Kemandirian Keuangan

Bandung,23 Februari 2025 – Pada tanggal 23 Februari 2025 bersama Balad Melly di Bandung. Acara ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan memasak sekaligus strategi membangun usaha kuliner sebagai sumber pendapatan.

Kami ingin membantu masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mahasiswa, dan calon wirausahawan, agar memiliki keterampilan yang dapat dimonetisasi. Dengan belajar memasak dan memahami aspek bisnisnya, mereka bisa mandiri secara finansial.

Acara ini mendapat sambutan positif dari peserta. Salah satu peserta,Ovick, mengungkapkan kegembiraannya, “Saya sangat senang mengikuti kelas ini. Selain menambah keterampilan memasak, saya juga bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki hobi yang sama.”

Keberhasilan acara ini diselenggarakan oleh Balad Melly yang berkomitmen terus menghadirkan kelas memasak berkualitas. Kami berkomitmen untuk terus berbagi ilmu dan inspirasi kuliner melalui berbagai kegiatan serupa di masa mendatang,

Kegiatan Balad Melly akan menghadirkan program-program kemandirian berkreasi dan berinovasi sehingga memberikan pelatihan mulai dari teknik memasak hingga strategi bisnis kuliner. Para peserta belajar bagaimana mengolah bahan makanan dengan efisien, menentukan harga jual yang kompetitif, serta memahami pemasaran produk makanan di era digital.

“Melalui kelas ini, kami ingin memberikan keterampilan yang tidak hanya berguna di dapur, tetapi juga dapat menjadi modal usaha bagi peserta. Dengan bekal yang tepat, mereka bisa memulai usaha kuliner sendiri dan mencapai kemandirian finansial,” ujar Melly Goeslaw.


Kunjungan Spesifik dan Pembagian Sembako (Kepada Korban Banjir di Kelurahan Batununggal RT 05 RW 09 Bandung)

Bandung,12 Desember 2024 – Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendekatkan diri kepada konstituen, Melly Goeslaw anggota Komisi X DPR RI melaksanakan kunjungan spesifik ke kelurahan Batununggal RT 05 RW 09 Bandung.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendengar aspirasi masyarakat secara langsung, memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, untuk membantu pemulihan ekonomi pasca pandemi. Dalam kunjungan tersebut, Melly Goeslaw anggota Komisi X DPR RI membagikan sembako kepada 100 orang kepala keluarga yang terdiri dari keluarga kurang mampu, lansia, dan masyarakat terdampak bencana banjir.

Melly Goeslaw anggota Komisi X DPR RI menyampaikan, “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi salah satu wujud nyata kepedulian kami terhadap kebutuhan dasar warga. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Dalam kesempatan ini Melly Goeslaw juga menyampaikan adanya bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Pintar. Pendaftaran beasiswa tersebut sudah mulai dibuka dan masyarakat dipersilahkan langsung mendaftarkan diri kepada tim Balad Melly. Adapun paket sembako yang dibagikan berisi sembako, yaitu beras, minyak goreng, gula dan mi instan.

Masyarakat setempat menyambut dengan antusias kegiatan ini. Masyarakat penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan yang diterima. “Bantuan ini
sangat membantu kami, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan,”

Kunjungan ini juga diisi dengan dialog langsung Melly Goeslaw dengan masyarakat untuk mendengarkan keluhan serta masukan warga terkait pelayanan publik, pendidikan, atau kesehatan. Melalui kegiatan ini, Melly Goeslaw anggota Komisi X DPR RI berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat.


Menggali Peran RUU Hak Cipta dalam Menjaga Keadilan Sosial dan Perlindungan Kreativitas

Bandung, 11 Desember 2024 — Anggota DPR RI Komisi X, Ibu Melly Goeslaw, mengajak masyarakat dan pelaku industri kreatif untuk hadir dalam acara Sosialisasi Undang-Undang mengenai perlindungan hak cipta. Kegiatan ini bertujuan memberikan penjelasan tentang RUU Hak Cipta yang penting dalam menciptakan keadilan sosial serta melindungi kreativitas di era digital.

Dengan tema “RUU Hak Cipta: Manifestasi Keadilan Sosial dan Perlindungan Kreativitas di Era Digital”, acara ini membahas mengenai berbagai tantangan dan solusi dalam mengelola hak cipta di dunia digital. Ibu Melly Goeslaw memaparkan bagaimana RUU Hak Cipta dapat memperkuat sistem perlindungan hak kekayaan intelektual, yang sangat dibutuhkan oleh para seniman, kreator, dan pelaku industri kreatif.


RUU Hak Cipta: Menjaga Keadilan Sosial dan Kreativitas Digital

Bandung, 11 Desember 2024 — Melly Goeslaw, Anggota DPR RI Komisi X dari Dapil Jawa Barat I, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Undang-Undang yang fokus pada pentingnya perlindungan hak cipta di era digital. Dalam acara ini, Ibu Melly Goeslaw akan menjelaskan tentang RUU Hak Cipta yang bertujuan untuk memberikan keadilan sosial dan melindungi kreativitas, terutama bagi para pelaku industri kreatif yang semakin bergantung pada teknologi digital.

Dengan tema “RUU Hak Cipta: Manifestasi Keadilan Sosial dan Perlindungan Kreativitas di Era Digital”, sosialisasi ini mengupas tuntas bagaimana RUU Hak Cipta dapat menjadi payung hukum yang melindungi karya-karya kreatif dalam dunia digital yang berkembang pesat. Melalui acara ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya peran undang-undang dalam melindungi hak cipta di berbagai platform digital.


Sosialisasi RUU Hak Cipta oleh Anggota DPR RI Melly Goeslaw

Bandung, 11 Desember 2024 — Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hak cipta di era digital, Ibu Melly Goeslaw, Anggota DPR RI Komisi X dari Dapil Jawa Barat I, mengadakan kegiatan Sosialisasi Undang-Undang. Acara ini bertujuan untuk menjelaskan peran strategis RUU Hak Cipta dalam menciptakan keadilan sosial dan melindungi kreativitas di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Tema yang diangkat adalah “RUU Hak Cipta: Manifestasi Keadilan Sosial dan Perlindungan Kreativitas di Era Digital”, yang akan membahas berbagai aspek hukum terkait hak cipta dan bagaimana kebijakan ini mendukung pelaku industri kreatif di Indonesia.

Acara ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan memperkuat komitmen untuk melindungi hak kekayaan intelektual di Indonesia.


Seni sebagai Pilar Pemajuan Kebudayaan Jawa Barat

Dalam perjalanan barunya sebagai calon legislatif Dapil 1 Jawa Barat, Teh Melly membawa semangat sebagai seorang seniman ke panggung politik. Pandangan Teh Melly terhadap seni tidak hanya sebagai ekspresi kreativitas, melainkan juga sebagai elemen kunci dalam membangun identitas dan memperkaya kehidupan masyarakat. Sebagai seorang seniman, Teh Melly membawa semangatnya ke dunia politik dengan keyakinan bahwa seni memiliki peran strategis dalam mengangkat martabat suatu daerah.

Sebagai Calon Legislatif yang mewakili Dapil Jabar 1, Teh Melly membawa misi untuk memberikan dukungan maksimal kepada seniman-seniman Jawa Barat dan berkomitmen untuk menjadi suara mereka di tingkat legislatif, menyatukan aspirasi dalam satu suara, memperjuangkan hak yang selama ini diperjuangkan, serta meningkatkan aksesibilitas terhadap pelatihan seni dan fasilitas kreatif.

Lebih jauh dari itu, perannya sebagai caleg tidak hanya sebatas menciptakan kebijakan, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat. Teh Melly ingin mengajak masyarakat Jawa Barat untuk ikut serta aktif dalam pelestarian budaya lokal. Ia melihat partisipasi masyarakat sebagai kunci untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya yang begitu kaya.

Dengan semangat ini, Teh Melly menghadirkan pandangan yang holistik tentang seni sebagai objek pemajuan kebudayaan di Jawa Barat. Bukan hanya seorang seniman yang mencintai karya-karyanya sendiri, melainkan juga seorang wakil rakyat yang mendukung pertumbuhan ekosistem seni dan budaya. Harapan Teh Melly ingin memastikan bahwa seni tidak hanya dianggap sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai kekuatan penggerak dalam kemajuan keberagaman budaya hingga ekonomi nasional. Teh Melly yakin bahwa seni bukan hanya cermin jiwa, tetapi juga katalisator perubahan positif dalam masyarakat.